Ditengah-tengah kebisingan orang-orang dipasar,bercampur dengan teriknya matahari.. berbaur diantara ribuan manusia yg masih saja disibukkan dengan rutinitas yg tiada habis-habisnya.. Hari-hari yg keras,aku selalu disibukkan dengan mengejar kenikmatan duniawi ini.. adakah yg lebih penting daripada harta dan kekuasan? adakah yg lebih penting daripada kesenangan duniawi yg akan ku tinggalkan ini? kucoba berfikir sejenak, refreshkan hati nurani ini.. namun semakin perih kurasakn didalam dada ini,hanya karna kesenangan yg sementara ini aku lupa akan hari pembalasan dimana semua amal baik ataupun buruk akan ada balasannya diasana.. bukankah aku tlah bersaksi bahwa tiada Tuhan yg berhak disembah selain Dia? bukankah aku selalu berkata bahwa sholatku,ibadahku,hidup dan matiku hanyalah untuk Dia dan aku juga mengatakan bahwa aku bukanlah orang musyrik?
Akhir-akhir ini begitu banyak pertanyaan yg merusak pikiranku namun beberapa hari terakhir yg kulewati ini adalah hari-hari terburuk sepanjang hidupku, bisa jadi pula hari-hari terbaikku. Berbicara tentang Ketuhanan adalah hal yg (mungkin) selalu kubicarakan dengan teman-temanku,orang tuaku bahkan siapa saja,namun mengapa itu juga belum merubah jalan pikiranku yg sempit ini?? Oh,terlalu banyak hiburan ditelevisi yg selalu kutunggu-tunggu jam tayangnya, terlalu banyak barang-barang mewah yg ingin kumiliki sehingga aku rela bekerja keras untuk mengumpulkan uang.. terlalu banyak omongan orang tentang kebahagiaan sehingga aku ingin seperi mereka..namun secara spontan aku tersadar bahwa semua ini hanya akan menyiksa diriku sendiri,aku mulai merasa diriku begitu hina..
Otakku tiada hentinya memikirkan kehidupan ini,aku bekerja seharian penuh,aku lelah namun apa yg kuingin tak juga tercapai.. malah menyiksa diriku sendiri.. menguras pikiran dan tenagaku yg seharusnya kugunakan dijalan yg lurus. Apa yg tlah kudapatkan?? aku tak mendapatkan kebahagiaan apa-apa,sebab nafsuku takkan ada habis-habisnya. sementara kulihat disana seorang kakek tua yg duduk dipinggiran jalan itu,hanya dengan sebungkus nasi kotak saja dia sudah terlihat begitu bahagia.. huh,aku begitu lelah.. sepulang dari kerja kurebahkan tubuhku yg lelah ini lalu kupejamkan mataku,lama-lama aku tertidur lalu seseorang masuk kedalam mimpiku, Dia adalah org yg sama sekali tidak kukenal tetapi wajahnya tak asing bagiku.. dia menghampiriku dipinggiran jalan saat aku sedang bekerja didalam mimpi itu,tiba-tiba dia berkata padaku "dunia ini hanyalah kesenangan palsu,jika kau mengejarnya kau takkan pernah mendapatkannya,kalaupun kau mendapatkannya pasti hanya sedikit,kalaupun banyak pasti hanya sesaat,kalaupun lama pasti akan kau tinggalkan" tersentaklah aku,terbangun dari tidurku namun kata-kata itu terus berbunyi didalam kepalaku.. siang dan malam dan kapanpun,dimanapun terus saja kata-kata itu yg terlintas dipikiranku.
Dan setelah sekian lama suara-suara yg menghantuiku itu akhirnya dia datang lagi kedalam mimpiku, sambil tersenyum dia berkata "apa lagi yg kau cari? semuanya ada disini (dihati) , hah,apa lagi yg kau cari?? uang? harta? sudahlah,jgn menyiksa dirimu sendiri.. kalaupun kau bisa membeli motor paling itu cuma motor-motoran" saat itu aku terdiam seribu bahasa,aku bertanya-tanya didalam hati,kenapa motor yg kubeli dengan kerja keras serta menguras waktu,tenaga dan pikiranku ini malah dibilang motor-motoran? saat itu suasana begitu hening,lalu dia berkata "janganlah kau bersedih hati karna ucapanku tadi,karna itulah kenyataannya.. sebab harta dan rumah kita yg sebenarnya adalah disana,diakhirat.. dunia ini hanyalah persinggahan,kita hanya singgah sebentar disini nanti kita akan kembali kesana,kepada Sang Pencipta" lalu dia menghilang entah kemana..
Aku mencari-carinya,aku menunggunya didalam mimpi maupun didunia nyata, namun sampai sekarang tak kutemukan juga..seseorang seperti itulah yg membuatku belajar untuk mengenal Sang Pencipta,dan nesehat yg diberikannya itu pasti akan kuingat sampai akhir nafasku nanti.. dan buat kamu-kamu yg membaca artikel ini,ingatlah..
"hanya org-org yg mencari kebenaranlah yg akan menemukan kebenaran.. " jangankan kita,Rasulullah SAW pun mencari-cari kebeneran saat ia masih kecil dulu,ketika beliau meragukan Tuhan yg disembah oleh kaum Quraisy dahulu.. hinggah akhirnya Malaikat Jibril datang dan membersihkan hatinya serta membimbingnya kejalan yg benar.
No comments:
Post a Comment