Apa yg kau pikirkan tentang hipnotis??
Ya, Hipnotis adalah sebuah sugesti yg mempengaruhi pikiran manusia,tapi hipnotis yg saya maksud disini adalah tentang semua manusia. Saat kita menonton televisi atau mendengarkan musik,alam bawah sadar kita secara tidak langsung merespon di dalam otak yang di kenal sebagai FFR (Frequency Following Response). Otak yang berfikir secara sadar hanya memiliki daya 12 % dan 88 % lagi merupakan kekuatan bawah sadar yang secara umum hanya muncul dalam
bentuk perasaaan. Namun sayangnya, kekuatan bawah sadar yang kita
miliki ini seringkali terisi oleh hal-hal yang salah kaprah. Oleh karena
itu, agar kita dapat memanfaatkan alam bawah sadar yang 88% ini secara
optimal maka kita harus berlatih, membersihkan alam bawah sadar kita
dari pikiran negatif dan menggantinya dengan pikiran dan
afirmasi-afirmasi positif.
Jika alam bawah sadar yang 88% ini kita kaji secara mendalam pasti akan membawa dampak positif dalam kehidupan kita, namun yang saya ingin katakan kepada kamu-kamu disini adalah tentang bagaimana cara agar kita tidak mudah terhipnotis,maksud saya bukan hipnotis pesulap-pesulap gitu tapi hipnotis yg diterima oleh otak kita secara tidak langsung. oke,akhir-akhir ini dunia hiburan seakan menjadi pedoman dalam hidup kita.. kita mengikuti apa saja yg ada ditelevisi mulai dari gaya rambut,makanan,fashion sampai kita lupa untuk memikirkan hal yg lebih penting bagi kehidupan kita nantinya, bahkan semakin diikuti rasanya semakin tidak wajar..
Mungkin kamu mulai berfikir bahwa saya adalah seseorang yg memiliki mata ke-3 atau ilmu batin, supranatural atau apalah itu, tapi saya hanyalah manusia biasa sama seperti kamu #ehh. baiklah, sekarang tarik nafas dalam-dalam dan resapi, oke,kita beralih ke DUNIA, apa yg anda pikirkan tentang dunia? mungkin sesuatu yg indah, mewah, sederhana atau apa? saya ingin bertanya kepada kamu, apakah dunia ini benar-benar berarti? jika dunia ini benar-benar berarti mengapa kita harus meninggalkan dunia suatu hari nanti? pergi ketempat lain dan kekal disana? jadi mana yg lebih berarti dunia yg sekarang atau dunia setelah ini?
Oke,Kembali dari awal lagi saat kita dilahirkan dari Rahim seorang Ibu kedunia ini,awalnya kita terlahir sebagai seorang manusia yg tak tau apa-apa lalu kita belajar dan bertumbuh dewasa,mulailah mengenal dunia yg penuh hiasan ini. apakah kita tlah menemukan semuanya?? apakah kita sudah merasa cukup dengan harta yg didapatkan? apakah tujuan hidup kita sebenarnya? apakah kita benar-benar sudah mengenal siapa diri kita sebenarnya? anda mulai bingung? mari kita bingung.
Saya sering merasa bersalah terhadap diri saya sendiri. Mewujudkan mimpi,harapan,cita-cita dan cinta adalah tujuan hidup saya, saat masih kecil dulu saya bercita-cita kalau sudah besar nanti mau jadi orang kaya, punya mobil mewah dan rumah bak istana. namun seiring waku berlalu dan banyak kisah yg saya alami, hingga tak sempat lagi memikirkan cita-cita itu. jadi siapa yg salah?? saya?? Ya,benar sekali.. Kamu juga tentu pernah merasa bersalah terhadap diri kamu sendiri kan? maafkanlah. Memaafkan adalah kejujuran. Jujur untuk mengakui bahwa kita merasa
marah, benci, atau dendam, dan kemudian kita memaafkan perasaan-perasaan
tersebut. Jadi, sebenarnya kita berurusan dengan hati kita sendiri,
bukan dengan orang lain. Maka, kita harus memaafkan perasaan kita
sendiri yang telah merasakan marah, benci, atau kecewa.
Musuhku adalah Aku Itulah sebabnya mengapa Nabi Muhammad SAW bersabda, musuh terbesar kita
adalah diri kita sendiri. Jadi, yang seharusnya kita taklukkan adalah
diri kita, perasaan kita sendiri, bukan orang lain. Bukankah memaafkan diri sendiri itu berarti memaafkan MUSUH?? Ya,karna disitulah letak kebijaksanaan yg sejati, sebab masing-masing kita memiliki EGO, selalu ingin menang dan tak mau kalah, selalu ingin pergi dan tak pernah menetap, saat berada dirumah rasanya ingin berpergian kepantai melihat pemandangan yg indah, saat berada dipantai rindukan rumah yg penuh dengan kehangatan.
MATA ini dia yg jadi penyebabnya,karna otak kita langsung merespon apa yg dilihat mata. menonton televisi misalnya, huh.. Membosankan, setelah membeli yg ini ternyata yg itu lebih keren, setelah membeli yg itu ternyata saya belum puas juga. apa yg dapat membuat saya bahagia?? semakin lama saya kehilangan jati diri, semakin lama saya seperti diperbudak oleh iklan ditelevisi. kemana saya harus pergi?? lalu menyesal dan bilang, seharusnya saya tidak perlu menghamburkan uang untuk semua ini, seharusnya saya tidak mementingkan apa yg dipakai oleh orang lain sebab saya yakin bahwa apa yg saya miliki saat ini adalah yg terbaik bagi saya.
Tanpa kusadari televisi tlah menghipnotisku menjadi pribadi yg EGO, gemerlap DUNIA menyilaukan MATA , kini baru kusadari bahwa musuhku adalah aku
Jadi,diantara Hipnotis,televisi.DUNIA.Musuhku adalah Aku,EGO,MATA manakah yg paling berbahaya?
manakah yg harus saya hindari agar saya bisa menjadi pribadi yg lebih baik lagi?? jawabannya ada didalam hati anda sendiri.